Rabu, 11 Januari 2017

Outlook Saham IHSG 2017

Market Flash - Kami berharap IHSG untuk menguji rebound dari penurunan tiga hari berturut-turut. KRW naik 1.1% terhadap greenback di balik kurangnya rincian dari inisiatif belanja Trump dan kami berharap rupiah juga menguji reversal hari ini.
Market Indicator
JCI: 5,301.24 (-0.16%)
EIDO: 24.66 (+0.20%)
DJIA: 19,954.28 (+0.50%)
FTSE100: 7,290.49 (+0.21%)
USD/IDR: 13,319 (+0.08%)
10yr GB yield: 7.75% (+2bps)
Oil Price: 52.25 (+2.81%)
Foreign net purchase: -IDR121.5bn

Foreign net purchase on single stocks
TOP BUY: BMRI, ADRO, BBTN, BBNI, TINS
TOP SELL: UNVR, TLKM, BBRI, SMGR, INCO

Most actively traded stocks
BUMI, MYRX, BMRI, TLKM, BBRI

Technical Insight

*Diperkirakan IHSG hari ini masih cenderung konsolidasi. Perkiraan trading range hari ini 5,284-5,337. Indikator MFI Optimized dan indikator W%R Optimized masih cenderung turun dengan volume tembus rata-rata.
*JPFA: trading buy, trading range hari ini 1,525-1,610. Indikator MFI Optimized dan indikator W%R Optimized masih cenderung naik dengan volume tembus rata-rata. Dengan demikian potensi kenaikkan masih terlihat.
*TINS: sell on strength, trading range hari 1,145-1,210. Indikator MFI Optimized dan indikator W%R Optimized masih cenderung naik dengan volume tembus rata-rata. Dengan demikian potensi kenaikkan masih terlihat namun terbatas.
*ITMG: trading buy, trading range hari ini 15,350-16,375. Indikator MFI Optimized dan indikator W%R Optimized juga sudah berada sekitar oversold area dengan volume tembus rata-rata. Dengan demikian potensi koreksi juga mulai terbatas dengan kecenderung bottom reversal.
*RALS 0,0%. Tumbuh 6%, Ramayana penuhi target kinerja meski di tengah industri ritel yang kurang kondusif.
*ADHI -0,8%. Adhi Karya minati proyek KA Trans-Sulawesi.
*UNVR -0,3%. 2017, Unilever fokus tingkatkan kapasitas produksi.
*BMRI -0,2%. 2017, Bank Mandiri incar pertumbuhan penyaluran kredit 12%.
*LEAD +3,8%. Logindo targetkan utilisasi kapal tumbuh 10%-20%.
*ANTM +1,1%. Antam bekerja sama dengan Posindo untuk pacu penjualan.
*BFIN +6%. Sepanjang 2016, pembiayaan BFI tumbuh 6,5% yoy ke Rp10,7 triliun.
*INDY +1,4%. Indika Energy optimistis cetak laba di akhir 2017 setelah mengalami kerugian sejak 2013.
*DSFI -0,6%. Dharma Samudera targetkan penjualan naik 6% yoy pada tahun ini.
*WTON -1,7%. Wika Beton rencanakan penerbitan obligasi Rp500 miliar.
*ECII +4,8%. Electronic City bangun pusat distribusi di Bogor.
*WIKA -1,9%. Wijaya Karya siap selesaikan simpang susun Semanggi tahun ini.
*GIAA 0,0%. Garuda Indonesia incar pertumbuhan penjualan 5% di Bali selama 2017.

Daily write up
Retail - 2017 outlook:
- Kami positif pada kinerja ritel 2017F mengingat bahwa 1) SSSG perusahaan ritel telah mulai pulih sejak tahun 2016, dibandingkan dengan tahun 2014-15 (meskipun SSSG melambat di 3Q16 karena high base effect); 2) kemungkinan beban sewa yang lebih rendah ; 3) sebagian besar terjadi ekspansi marjin karena manajemen inventory yang lebih baik dan penjualan yang lebih baik; dan 4) indeks kepercayaan konsumen yang stabil.
- Maka dari itu, kami memperkirakan pertumbuhan penjualan sebesar 8-9% dan ekspansi margin laba kotor akan mendorong keuntungan bersih perusahaan retail di coverage kami.

Initiation
Coal:
- We initiate coverage on the coal sector with an Overweight rating. Our top pick is Bukit Asam (PTBA IJ/ Buy/ TP IDR17,000/share) given its higher coal selling price to the state electricity company (Perusahaan Listrik Negara/PLN) in 2017F. We also recommend Adaro Energy (ADRO IJ/ Buy/ IDR2,275) and Indo Tambangraya Megah (ITMG IJ/ Buy/ IDR19,725).
- As a key global coal player, China is predicted to maintain lower national coal output following its recent coal-production-limit policy to protect its banks due to the increasing non-performing loans (NPLs) from the local mining sector.
- OPEC and non-OPEC countries have struck a deal on the oil production limit, triggering a global oil price rally at above USD50/barrel, which we forecast to sustain into next year.
- We expect a jump in the domestic coal consumption on the back of the Indonesian government's 35,000 MW power plant megaproject.


money changer, tempat penukaran uang, money exchange, penukaran valas

Market Headlines

Unilever Indonesia (UNVR) anggarkan IDR1,6tr untuk belanja modal tahun 2017 (Bisnis Indonesia)
UNVR anggarkan IDR1,6tr tahun ini untuk meningkatkan kapasitas pabrik.

Emiten batubara: Garda Tujuh Buana (GTBO) berproduksi kembali (Bisnis Indonesia)
GTBO siap produksi batubara sebanyak 2juta ton awal Februari tahun ini.

Genjot distribusi BBM ritel, AKRA pertahankan margin laba 8% (Kontan)
AKRA berharap bisa mempertahankan margin laba di atas 8%. Alhasil, pada tahun ini, perusahaan ini akan fokus menjaring pendapatan dari bisnis distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia dasar.

Realisasi repatriasi di bawah ekspektasi (Media Indonesia)
Hingga awal Januari 2017, Direktorat Jenderal Pajak Kementrian Keuangan mengungkapkan dana repatriasi yang sudah masuk ke 21 bank persepsi baru sebesar IDR112tr dari komitmen IDR141tr yang sudah tercatat hingga 31 December 2016

Sukuk kembali jadi opsi (Media Indonesia)
Perkembangan ekonomi syariah dewasa ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk menambah varian sumber pembiayaan dengan instrumen berbasis prinsip alami. Maka itu, surat berharga negara syariah alias sukuk negara dipandang menjadi salah satu sumber pembiayaan potensial, termasuk untuk proyek-proyek infrastruktur.

WIKA menargetkan mendapatkan Rp8,5 triliun dari IPO anak perusahaan (Investor Daily)
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menargetkan mendapatkan dana sebesar Rp8,5 triliun dari dua anak perusahaannya untuk tahun ini. Kedua anak perusahaan adalah PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (Wika Gedung) dan PT Wijaya Karya Realty.

(Bisnis Indonesia)
Kinerja 2017: Wijaya Karya Beton (WTON) incar laba IDR330miliar tahun ini,naik 17,8% YoY
Sektor makanan dan minuman: konsumsi terus membaik
Perpanjangan ekspor konsentrat: tidak ada pilihan lain
Harga komoditas: PDB Asia Tenggara menjanjikan
Masa panen: kegiatan usaha bergairah di kuartal I/2017

(Kompas)
TLKM investasi satelit: Penyelenggaraan layanan pita lebar ditata
Gunakan dana internal, UNVR tingkatkan kapasitas pabrik

Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »