Selasa, 24 September 2013

Defisit Neraca dan Pengurangan Stimulus Penyebab Rupiah Anjlok

Market Flash - Indeks kepercayaan konsumen AS merosot ke 79,7 pada bulan September dari 81,8. pada bulan Agustus di tengah kekhawatiran baru tentang stagnasi tingkat upah dan ketersediaan lapangan kerja, berdasarkan laporan Conference Board hari Selasa.

EUR tergelincir versus USD pasca laporan IFO menunjukkan sentimen bisnis di Jerman tumbuh lebih lemah dari perkiraan pada bulan September. Data tersebut dirilis sehari setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa bank sentral siap mengucurkan lebih banyak pinjaman jangka panjang untuk mengekang kenaikan suku bunga pasar uang. Pesan Draghi itu diperkuat oleh komentar anggota Dewan Gubernur ECB, Ewald Nowotny, pada hari Selasa yang mengatakan bahwa bank sentral tidak akan terburu-buru dalam memperketat kebijakan moneter.

Pagi ini EUR berada di level 1.3471, melemah dari level sebelumnya di 1.3518.

GBP anjlok terhadap USD setelah beberapa petinggi BoE menyatakan keprihatinan tentang prospek ekonomi Inggris dan menegaskan komitmen mereka tentang suku bunga rendah. Selain mencemaskan prospek pasar pekerjaan Inggris, Deputi Gubernur BoE Paul Tucker pada hari Selasa juga mengatakan bahwa bank sentral masih belum mengerti mengapa produktivitas Inggris belum kunjung membaik sejak krisis keuangan. GBP juga terbebani oleh laporan British Bankers Association yang menunjukkan kenaikan persetujuan KPR yang lebih sedikit dari ekspektasi.

GBP pagi ini berada di level 1.5996, melemah dari level sebelumnya di 1.6041.

AUD melemah untuk ke-3 kalinya dalam 4 sesi terakhir versus USD seiring kejatuhan saham-saham Asia memupus minat investor terhadap aset ber-yield lebih tinggi.

AUD pagi ini berada di level 0.9378, melemah dari level sebelumnya di 0.9419.

Wall Street ditutup melemah 4 hari berturut, indeks S&P 500 tembus di bawah 1700 oleh ketidakpastian program stimulus bank sentral dan pembahasan anggaran AS.

Indeks kepercayaan konsumen AS bulan Sept turun ke 79,7 (terendah 4 bulanan) oleh kekhawatiran stagnasi tingkat upah dan ketersediaan lapangan kerja.

Harga rumah di 20 kota AS naik dalam 12 bulan terakhir sampai bulan Juli ke level tertinggi dalam 7 tahun. Penjualan rumah baru bulan Agust diperkirakan naik 6,6%.

Indonesia akan meningkatkan kesepakatan swap bilateral dengan China dan Korsel senilai $40 milyar dan menambah kesepakatan dengan Jepang untuk menangani anjloknya nilai tukar.


Rupiah (kurs saat ini) anjlok ke level terendah sejak April 2009 seiring naiknya defisit neraca berjalan dan prospek pengurangan stimulus bank sentral AS memicu dana asing keluar.

Perkiraan range USD/IDR 11450/11750

Previous
Next Post »