Minggu, 09 Februari 2014

‎Laju Penguatan Rupiah Tertahan

Market Flash - Perdagangan Pekan lalu kurs mata uang Pound Sterling secara umum terpantau menunjukkan tren melemah terhadap Dollar AS. Melemahnya mata uang Sterling pada minggu ini terkait dengan Sentimen laporan dari Markit (lembaga riset ekonomi dan bisnis) kepada publik bahwa terdapat sinyal yang mengecewakan dari sektor manufaktur di Inggris.

Lowongan Kerja, money changer, lowongan money changer, kerja money changer

Penguatan Rupiah akhir pekan lalu seiring pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama. Ini terutama setelah Gubernur European Central Bank (ECB) Mario Draghi lebih bersifat hawkish (pro-moneter ketat).  ECB, belum memberikan pelonggaran moneter lebih lanjut.  ECB mempertahankan suku bunga acuan dan suku bunga depositonya tak jadi dipangkas dari prediksi diturunkan sebesar 10-15 basis poin.
Akibatnya, Euro menguat terhadap Dolar AS dan sentimennya terhadap Rupiah juga turut terangkat.  Terlebih  setelah laporan positif dari data ekonomi Indonesia terutama Produk Domestik Bruto (PDB).

Meski demikian, penguatan Rupiah sebenarnya masih terbatas. Laju Rupiah hanya bersifat konsolidasi yang mungkin dipicu oleh kenaikan permintaan dolar AS dari lokal dan para importir. Hanya saja, permintaan dolar AS tersebut kemungkinan masih bisa ditoleransi.  Selebihnya, para pelaku pasar masih bersikap wait and see, menunggu data non-farm payrolls AS nanti malam.  Tapi, di pasar NDF, Rupiah sudah menguat terlebih dahulu ke kisaran  Rp 12.020 hingga Rp 12.050.

Previous
Next Post »