Kamis, 13 Maret 2014

‎4 Penyebab Rupiah Melemah

Market Flash - Dollar AS terpantau menerima sentimen negatif dari investor, setelah baru saja National Federation of Independent Business (NFIB) melaporkan bahwa hasil survey lembaga ini menunjukkan terjadinya penurunan kinerja pada usaha kecil di Amerika Serikat.

Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya pelemahan pada indikator fundamental ekonomi NFIB Small Business Index yang melemah ke angka 91.4 dari nilai periode sebelumnya yaitu 94.1. Perkembangan yang kurang menggembirakan tersebut menunjukkan kinerja yang lebih rendah dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat naik ke angka 95.3. Dollar AS terpantau bergerak turun kendati tipis merespon perkembangan tersebut.

Money Changer, penukaran uang asing, apva, malang

Pelemahan Rupiah masih dipicu oleh faktor yang sama. Salah satunya, masalah kekhawatiran reduksi stimulus setelah ada beberapa komentar dari pejabat The Fed dalam beberapa hari terakhir.

Selain itu, Federal Reserve Bank of  Philadelphia President Charles Plosser dan Charles Evans, Federal Reserve Bank of Chicago president menyatakan, perlunya tapering The Fed yang dipercepat.

Kondisi itu, menimbulkan kekhawatiran meskipun nanti sebenarnya tergantung pada hasil voting keseluruhan anggota Federal Open Market Committee (FOMC).  Kemudian, kedua, ada kekhawatiran perlambatan ekonomi China lebih lanjut.  Selain itu, ketiga, Jepang sedang menyiapkan kenaikan pajak sektor konsumsi.  Hal ini dikhawatirkan memperlemah permintaan ekspor Indonesia.

Pada saat yang sama, keempat, Rusia masih menguji kesabaran masyarakat internasional mengenai situasi Krimea.  Karena itu, banyak faktor yang menyebabkan kewaspadaan para investor sehingga memicu aksi profit taking pada Rupiah.  Akhirnya,  Rupiah melemah meski dolar AS hanya stagnan terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro.  Indeks dolar AS stagnan

Previous
Next Post »