Selasa, 25 Maret 2014

‎USD IDR di Rp11400

Market Flash - Euro anjlok secara luas pada hari Selasa pasca Jens Weidmann, Presiden Bundesbank sekaligus anggota Dewan Gubernur ECB, mengatakan bahwa suku bunga negatif masih menjadi salah satu opsi untuk meredam apresiasi kuat mata uang tunggal.

Anggota Dewan Gubernur ECB lainnya, Jozef Makuch, juga mengatakan jika ECB tengah mempersiapkan langkah-langkah non-standar tambahan guna menghindari ancaman deflasi, termasuk kemungkinan penambahan likuiditas. Sebelumnya Euro telah tertekan oleh penurunan indeks kepercayaan bisnis Ifo Jerman pada bulan Maret.


Sentimen positif terhadap Dollar AS nampak naik, setelah The Conference Board Inc. melaporkan kepada publik bahwa sektor konsumsi di Amerika Serikat menunjukkan kinerja menguat dan memberikan sinyal positif bagi pasar.

Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada indikator fundamental CB Consumer Confidence yang naik ke angka 82.3 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 78.3. Adanya kenaikan tersebut menunjukkan kinerja yang lebih baik dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan hanya akan naik ke angka 78.7. Mata uang Dollar AS terpantau bergerak positif merespon perkembangan tersebut.

Previous
Next Post »