Rabu, 07 Mei 2014

‎Rupiah Melemah Akibat Kekhawatiran Inflasi

Market Flash - Dalam pidato pembuka Janet Yellen didepan Kongres, Janet Yellen memberikan jaminan atas kebijakan moneter The Fed yang akomodatif dan menyebutkan bahwa pelambatan ekonomi di Q1 2014 hanya bersifat sementara.
Pelemahan Dollar AS terhadap Yen Jepang turut dipicu juga oleh spekulasi para pelaku pasar terhadap pesimisme minimnya pencetakan mata uang Yen dalam waktu dekat seiring dengan penundaan stimulus BoJ, sebaliknya The Fed tampak dalam posisi kuat untuk mendukung stimulus. Pergerakan selanjutnya kemungkinan akan ditentukan pada sesi tanya jawab Janet Yellen dengan para senator AS untuk mencari petunjuk lebih detail terkait outlook ekonomi dan klarifikasi strategi exit bank sentral AS dari kebijakan moneter longgarnya.

 BI nyatakan cadangan devisa Indonesia per akhir Apr naik US$3 milyar ke US$105,6 milyar (tertinggi 1 tahun), setelah sempat turun oleh kekhawatiran defisit neraca berjalan. Hari ini BI diperkirakan tahan bunga acuan 7,5%


Rupiah diperdagangkan melemah ke level 11580, kekhawatiran inflasi dan defisit neraca pembayaran membatasi penguatan rupiah. Yield obligasi pemerintah tenor 10Y kembali naik di atas 8% oleh aksi jual asing terutama tenor 10Y dan 15Y

Kredit konsumen AS bulan Mar tumbuh ke $17,5 milyar (terbesar sejak Feb 2013), gubernur Fed dalam testimoninya nyatakan perekonomian AS masih membutuhkan dukungan bank sentral dimana indikasi inflasi dan pasar tenaga kerja masih jauh dari target

Previous
Next Post »