-->

Kamis, 26 September 2013

‎Trend Rupiah Berpeluang Melemah

Market Flash - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (9/9) diprediksi melemah. Harapan untuk menguat dinilai masih butuh waktu.  Jika melihat trennya, arah nilai tukar rupiah awal pekan ini masih berpeluang melemah. Terlebih, cadangan devisa kemungkinan besar turun.

Pasar fokus pada pertemuan FOMC 17-18 September mendatang, akan memutuskan waktu dan nilai pengurangan Quantitative Easing (QE) dari The Fed. Dan pertemuan ini,  berpotensi menjadi terakhir kalinya bagi Bernanke sebelum masuk masa pensiun, Januari mendatang.Sementara dampak tapering (pengurangan stimulus) oleh The Fed, pasti berdampak terhadap  kepada pasar.


JPY menguat setelah kepastian Jepang akan menjadi tuan rumah olimpiade 2020. Abe mengatakan akan banyak kebutuhan JPY terhadap persiapan acara tersebut.

Potensi penguatan beberapa mata uang versus dollar AS, salah satunya dipicu oleh adanya indikasi penundaan tapering The Fed hingga Desember 2013. Sebab, salah satu petinggi The Fed yakni Federal Reserve Bank of Richmond President Jeffrey Lacker mengindikasikan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi AS tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Mata uang Inggris kembali mendapat tekanan setelah data resmi yang dirilis hari ini (26/09/2013) menunjukkan bahwa ekonomi Inggris telah ekspansi sebesar 0.7% di kuartal ke dua, yang mana sesuai dengan perkiraan pasar. Sementara itu, dalam basis tahunan, PDB Inggris naik 1.3% di kuartal kedua, dimana perkiraan pasar telah memperkirakan akan naik sebesar 1.5%.

Pasar akan terpengaruh oleh data inflasi Jepang year on year pagi ini. Jika data ini cukup lemah sesuai perkiraan di level 0.3% dibandingkan publikasi sebelumnya 0.4% berarti masih jauh dari target kebijakan Abenomic. Karena itu, kemungkinan akan ada stimulus yang lebih agresif dari Bank of Japan (BoJ) untuk mendongkrak agar laju inflasinya memenuhi target. Dengan adanya stimulus yang lebih agresif dari Jepang seharusnya bisa berdampak positif juga untuk regional Asia.
Perkiraan range USDIDR : 11,300/11,700



Previous
Next Post »