Minggu, 19 Januari 2014

IDR Melemah Terimbas Penguatan USD

Market Flash - Laju nilai tukar rupiah kembali menghijau sepanjang pekan terakhir.  Kurs rupiah menguat cukup signifikan setelah pelaku pasar masih merespons banyaknya sentimen positif di awal pekan.  Sentimen-sentimen positif tersebut, di antaranya adalah rilis kenaikan suku bunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 25 basis poins dan pemberitaan optimisme kenaikan cadangan devisa di negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.

usd idr, rupiah, rupiah melemah, penguatan usd

Selain itu, apresiasi rupiah turut ditopang oleh dimulainya penerapan UU larangan ekspor mineral mentah yang tidak terlalu mendapat respons negatif. Sebab, ada dispensasi dari pemerintah untuk perusahaan yang berkomitmen mengembangkan smelter dan rilis melemahnya data non farm payrolls AS.

Meski demikian, laju rupiah kembali melemah setelah terimbas penguatan dolar AS. Penguatan mata uang Paman Sam ini merespons pernyataan beberapa petinggi The Fed negara bagian AS. Antara lain, petinggi The Fed dari negara bagian Atlanta, Philadelphia, dan Dallas, yang sangat menginginkan melanjutkan kebijakan tappering off.

Terlebih dengan rilis kenaikan di atas estimasi pertumbuhan retail sales, chain store sales, dan business inventories AS membuat laju dolar AS terapresiasi.  Positifnya rilis data AS berupa kenaikan NY empire state manufacturing index dan MBA mortgage application serta laporan Beige book The Fed menambah sentimen positif bagi dolar AS dan tentu saja membuat rupiah kembali terkapar.

Previous
Next Post »