Minggu, 23 Februari 2014

‎Rupiah Memimpin Penguatan atas USD

Market Flash - Kurs mata uang Rupiah memimpin penguatan atas dollar Amerika Serikat dibandingkan mata uang negara lainnya yang ada di kawasan Asia Tenggara pada pekan terakhir kemarin
Laju nilai tukar Rupiah kian menunjukkan apresiasinya yang ditopang oleh beberapa data positif.  Di antara beberapa data positif tersebut antara lain, dirilisnya Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal keempat 2013 yang surplus sebesar USD 4,4 miliar, setelah selama tiga triwulan terakhir mengalami defisit.


Di sisi lain, laju nilai tukar Rupiah juga sempat berbalik melemah pasca kenaikan selama 3-4 hari terakhir yang ditopang aksi profit taking dan memanfaatkan pelemahan pada dolar AS untuk masuk kembali.  Pelemahan turut dipicu oleh beredarnya kekhawatiran dirilisnya revisi UU Minerba yang akan semakin mengetatkan kebijakan larangan ekspor bahan mentah yang nantinya dapat mengganggu neraca perdagangan.

Kemudian  pelemahan Yuan  pasca sentimen negatif yang melanda sektor perbankannya hingga spekulasi meningkatnya inflasi akibat bencana alam turut berimbas negatif pada laju rupiah.  Belum lagi, dengan pelemahan sejumlah mata uang emerging market lainnya, terutama untuk mata uang yang negaranya sedang mengalami konflik anti pemerintahan seperti Thailand dan Ukraina.

Meski demikian, adanya aksi beli pada Euro dan Poundsterling terkait dengan spekulasi European Central Bank (ECB) akan kembali meneruskan pelonggaran moneter dan stabilnya rilis inflasi di Inggris serta meningkatnya dolar Australia pascadirilisnya kenaikan CB leading indicator turut berimbas positif

Previous
Next Post »