Kamis, 29 Mei 2014

‎USD Menerima Sentimen Negatif

Market Flash - Sterling menuju penurunan bulanan terbesar sejak Oktober terhadap Dollar AS seiring meredupnya momentum rally yang dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England yang lebih cepat. Sterling juga melemah untuk hari ke-5 terhadap Euro, dan menyentuh level terendah dalam lebih dari seminggu, meskipun salah satu anggota Monetary Policy Committee Martin Weale menyatakan optimis suku bunga akan meningkat 1% per tahun setelah pengetatan kebijakan dimulai.
Dollar AS terpantau menerima sentimen negatif dari investor, setelah a National Association of Realtors menyampaikan kepada publik bahwa kinerja sektor perumahan di AMerika Serikat mengalami pelemahan.


Perkembangan itu ditunjukkan dengan terjadinya penurunan pada indikator fundamental ekonomi Pending Home Sales m/m yang turun ke angka 0.4% dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 3.4%. Pengumuman tersebut menunjukkan kinerja yang lebih rendah dari harapan sejumlah ekonom, yang memperkirakan hanya akan turun ke angka 1.1%. Pair USDCHF terpantau bergerak negatif merespon perkembangan tersebut

Bank of Japan akan merevisi pedoman pembelian obligasi pemerintah untuk ketiga kalinya sejak di mulainya stimulus moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun lalu, ini mencerminkan adanya tantangan yang akan di hadapi oleh Gubernur Haruhiko Kuroda dalam meningkatkan aktivitas perekonomian.

BOJ akan membeli obligasi pemerintah sekitar 150 milyar ($1.5 milyar) sampai 350 milyar yen untuk yang bertenor lebih dari 10 tahun, ini di bandingkan dengan pedoman sebelumnya yang membeli sebesar 200 milyar sampai 300 milyar yen, kata BOJ kemarin dalam sebuah pernyataan. BOJ akan membeli sekitar 6 triliun sampai 8 triliun yen untuk surat utang per bulannya, mereka merevisi pernyataan yang di tetapkan sebelumnya  untuk sekitar "7+ triliun yen."

Previous
Next Post »