Selasa, 27 Desember 2016

IHSG Current Stock Issue

Market Flash - CTRA CTRS CTRP
RUPSLB ketiga emiten telah menyetujui merger sesuai dengan rencana dalam pengajuan 24 Oktober 2016. CTRA akan menjadi "holding" yang akan tetap listing di bursa setelah konversi dilaksanakan.

Rasio dalam merger nantinya adalah pemilik saham CTRS dapat menukarkan sahamnya dengan CTRA 1 : 2.31. Artinya setiap 1 lembar saham CTRS dapat di tukar menjadi 2.31 lembar saham CTRA. Sedangkan pemilik saham CTRP dapat mengkonversi menjadi CTRA dengan rasio 1 :
0.54, artinya 1 lembar saham CTRP di konversi menjadi 0.54 lembar saham CTRA.

Saat ini kepemilikan CTRA di emiten CTRS adalah 62.66% sedangkan di CTRP 56.3%. Adapun CTRA sendiri dimiliki oleh PT Sang Pelopor 30.63% dan publik 69.37%.

Proses merger ini di targetkan akan terlaksana pada kuartal 1 tahun 2017 dengan komposisi terbaru nantinya adalah 25.48% PT Sang Pelopor dan 74.52 % publik.

Setelah merger nanti, saham CTRA akan menjadi saham property dengan kapitalisasi terbesar no 3 setelah BSDE dan PWON.

Adapun tujuan dari penggabungan ini adalah mengefisienkan struktur dana perusahaan dan
operasional yang akan lebih meningkatkan daya saing, dan tentunya bagi investor saham CTRS dan CTRP akan lebih likuid di market setelah di lebur dengan CTRA.

IHSG Current Stock Issue


BCA Sekuritas on Jasa Marga (JSMR) 12/22/2016
Challenging years ahead
- Sebagai perusahaan jalan tol terbesar di Indonesia, JSMR terus memperluas jaringan jalan tolnya dengan proyek-proyek besar. Perseroan saat ini mengoperasikan jalan tol sepanjang 593km di seluruh Indonesia, dan menargetkan akan mencapai 1,261km hingga 2019, melalui 18 proyek baru. untuk mendukung ekspansi, perseroan melakukan right issue, meningkatkan pendanaan sejumlah Rp1,8 triliun, termasuk Penyertaan Modal Negara (PMN) sejumlah Rp1,3 triliun.
- Proyek baru akan membutuhkan investasi sekitar Rp104,5 triliun, yang bermaksud untuk memperoleh kepemilikan mayoritas. Dengan posisi ekuitas yang lebih kuat menyusul aksi right issue, JSMR dapat meningkatkan dana hingga Rp20 triliun. BCA Sekuritas mengekspektasi pertumbuhan bottomline JSMR akan turun 9.7% pada 2017F dikarenakan beban bunga yang lebih tinggi
- Valuasi: HOLD dengan TP Rp4,420

NH Korindo on Aneka Tambang (ANTM) 12/22/2016
Handling future demand with government stimulus
- ANTM telah mengalami revenue yang rendah sejak 2014, dikarenakan larangan ekspor untuk nickel ore. Namun, melihat pada isu terkini, pemerintah Indonesia juga memberikan angin segar dikarenakan mempertimbangkan relaksasi ekspor nickel ore. Jika hal tersebut diputuskan, ANTM akan memperoleh manfaat yang signifikan mengingat tingginya level kontribusi revenue nickel ore sebelum tahun 2015
- ANTM mengekspor produk ferronickel ke Eropa dan Korea. Saat ini perseroan memiliki tiga bari ferronickel dengan total kapasitas 26.000 ton per tahun. ANTM telah menunjuk konstruktor milik negara yaitu PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) untuk membangun pabrik baru dengan kapasitas 13.500 ton
- Valuasi: BUY dengan TP Rp1.030

Previous
Next Post »