Rabu, 04 Desember 2013

‎USD Rebound Terhadap EUR

Market Flash - USD rebound terhadap EUR pasca beberapa data memacu spekulasi bahwa Federal Reserve akan memulai tapering program stimulus lebih cepat dari harapan. Sektor swasta AS mencatat pertumbuhan pekerjaan terbanyak dalam setahun pada bulan lalu, sedangkan defisit perdagangan AS menyusut di bulan Oktober seiring ekspor menyentuh rekor tinggi. Sebaliknya, EUR kembali dibayangi kekhawatiran tentang tidak meratanya pemulihan blok 17-negara setelah data menunjukkan aktivitas sektor jasa di Italia dan Perancis berkontraksi pada bulan November, namun berekspansi di Spanyol dan Jerman.
GBP berbalik menjauhi level puncak 2-tahun versus USD pada hari Rabu setelah sebuah laporan menunjukkan pertumbuhan sektor jasa Inggris melambat pada bulan November. Laporan Markit Economics menunjukkan indeks aktivitas sektor jasa turun menjadi 60 dari 62,5 pada bulan Oktober, yang mematahkan ekspektasi 62. Investor juga terlihat berhati-hati menjelang rilis 'Autumn Statement' dari Menteri Keuangan George Osborne dan pengumuman kebijakan Bank of England pada hari Kamis.


AUD merosot ke level terendah 3 bulan terhadap USD menyusul rilis angka pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan. GDP Australia berekspansi 0,6% pada kuartal ke-3 setelah tumbuh 0,7% pada periode 3 bulan sebelumnya. Dibandingkan dengan tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Australia juga melambat ke 2,3% dari sebelumnya 2,4%. Reserve Bank of Australia pada hari Selasa mempertahankan suku bunga pada rekor rendah 2,5%, dengan Gubernur Glenn Stevens kembali menyatakan keprihatinan atas nilai tukar AUD yang dinilai masih tinggi

Previous
Next Post »