Minggu, 26 Januari 2014

‎Pengurangan Stimulus Melemahkan Rupiah

Market Flash - Nilai tukar Rupiah melemah 0,41% dlm sepekan terakhir. Pasar yang mengantisipasi putusan pengurangan stimulus The Fed pada FOMC pekan depan jadi salah satu pemicunya.Di sisi lain, laju dolar AS juga masih menunjukkan penguatan seiring dengan spekulasi The Fed yang masih mempertahankan kebijakan pengurangan stimulus. Adanya pelemahan sejumlah indeks saham Asia membuat nilai yuan Cina menguat.

Namun harapan kenaikan lanjutan atas Rupiah kembali sirna setelah kembali berhembusnya pemberitaan akan pengurangan stimulus The Fed yang nantinya tidak hanya mengurangi pembelian obligasi senilai Rp10 miliar melainkan Rp20 miliar. Angka ini lebih besar dari ekspektasi pelaku pasar.

Ekonomi Indonesia 2014, Ekonomi Indonesia, Outlook Ekonomi 2014
Di sisi lain, pelemahan Rupiah sedikit terbatas karena diimbangi dengan kabar aksi People's Bank of China (PBoC) yang menginjeksi tambahan likuiditas pada sistem keuangan Cina dan kenaikan realisasi investasi dalam negeri 2013 sebesar 2,1% mencapai Rp398,6 triliun.

Rupiah kembali melemah seiring terdepresiasinya sejumlah mata uang regional setelah merespon rumor The Fed tersebut. Kondisi itu diperparah oleh kembali turunnya poundsterling setelah keputusan Bank of England (BoE) yang belum akan menaikkan suku bunga acuannya.

Belum lagi, dengan rendahnya nilai tukar dolar Australia setelah rilis kenaikan harga konsumer yang lebih cepat dari perkiraan. Begitu juga dengan turunnya yen Jepang setelah diadakannya pertemuan Bank of Japan (BoJ).

Rupiah juga mendapat tekanan negatif dari adanya penilaian negatif terhadap emas dari Morgan Stanley sehingga laju dolar AS terus terapresiasi dan turunnya Yuan China yang merespon pelemahan indeks manufakturnya jadi tekanan negatif.








Previous
Next Post »